Nice Leadership vs Kind Leadership

Dulu saya berpikir bersikap baik berarti menghindar dari konflik atau percakapan yang sulit.

Mengatakan "Ya" untuk membuat semua orang bahagia.
Melembutkan umpan balik dan komentar untuk menghindarkan perasaan.
Menahan apa yang sebenarnya perlu dikatakan.

Tidak ada yang membantu Anda selain Anda sendiri. Berhati-hati pada hal berikut ;

❌ Tenggat waktu tergelincir tanpa prioritas yang jelas maka kind leader akan membuat timeline.

❌ Pekerjaan yang buruk tetap tidak terkendali, menurunkan standar maka kind leader akan membuat Standar Operationg Procedure (SOP).

❌ Masalah tumbuh karena tidak ada yang mengatasinya maka kind leader akan membuat Job Desc beserta tanggung jawab-nya.

❌ Tim kelelahan ketika pemimpin tidak memiliki batasan maka kind leader akan membuat Job Desc beserta kewenangan-nya.

❌ Pemain yang kuat merasa tidak didukung maka kind leader akan membuat Job Desc beserta objek kesuksesan-nya.

Saat itulah saya mengerti: "nice" tidak sama dengan "kind". "Nice leadership" akan membuat semua orang merasa "nyaman", namun terkadang rasa "nyaman" itu yang malah akan "menghancurkan".

✅ Nice Leaders :
➟ Katakan "Ya" untuk menghindari konflik.
➟ Hindari pertanggungjawaban untuk menjaga perdamaian.
➟ Berikan pujian yang tidak jelas alih-alih umpan balik yang nyata.
➟ Biarkan masalah meluncur, berharap mereka akan memperbaiki dirinya sendiri.

✅ Kind Leaders :
➟ Berikan respon / umpan balik langsung dan jujur untuk membantu orang berkembang.
➟ Atasi masalah lebih awal, dengan hati-hati dan hormat.
➟ Tetapkan ekspektasi yang jelas dan tindaklanjuti.
➟ Katakan "tidak" untuk melindungi fokus dan kesejahteraan.

Kebaikan bukan tentang menghindari ketidaknyamanan.

Ini tentang menciptakan kejelasan, kepercayaan, dan pertumbuhan nyata.

Tim tidak berkembang dengan "nice".
Mereka berkembang dalam percakapan yang jujur, harapan yang jelas, dan dukungan nyata.

Lain kali Anda tergoda untuk mengatakan "Ya" untuk menjaga perdamaian,

Tanyakan pada diri Anda:
Apakah saya membantu tim saya, atau hanya menghindari ketidaknyamanan?

Lead with Kindness.
Itulah yang membuat tim lebih kuat.

Postingan ini terinspirasi dari tulisan Amy Gibson, semoga bermanfaat!




Comments

Popular posts from this blog

Begadang Oh Begadang . .

Advokasi Hukum non Litigasi

Teknik RAIN: Cara Sederhana untuk Mengelola Emosi Anda ☔🧠